TUGAS NGN

 1. Gambarkan konfigurasi jaringan yang menggambarkan implementasi arsitektur Softswitch, yang mengakomodasi jaringan PSTN eksisting baik koneksi melalui sentral maupun langsung ke telepon analog atau dengan xDSL, sebutkan fungsi tiap elemen jaringan dan cantumkan pada nama protokol yang digunakan antara dua elemen.




2. Gambarkan Arsitektur XXX, jelaskan mengenai fungsi-fungsi didalamnya
         a. NGN

     Fungsi komponen-komponennya :
  • Transport Stratum : Menyediakan koneksi untuk seluruh komponen fungsional NGN, antara lain  fungsi network akses, edge function, core transport function, dan gateway function.
  • Service Stratum, berfungsi untuk menangani fungsi Service Control  dan fungsi-fungsi pendukung aplikasi atau layanan.
  • End User Function, berfungsi untuk jembatan atau interface antara pengguna dengan jaringan
  • Management Function, mendukung kemampuan pengaturan dan managemen dasar pengoperasian seluruh komponen-komponen NGN.

 

         b. Fungsional plane

         c. Fungsional entity 


3. Jelaskan mekanisme flow chart untuk class 4 dan class 5 untuk PSTN over IP
    Class 4

    Class 5



4.  Sebutkan protocol stack untuk ss7, megaco dan sigtran
     SS7     : TUP, ISUP, INAP, MAP/IS41, OMAP, SCCP, MTP3, MTP2, MTP1
     Sigtran : TCAP, SCCP, ISUP, SUA, MTP3, ISDN, M2U2, M3UA, M2PA,IUA, MTP2, SCTP,
                  MTP1,IP,T1/E1,ETHERNET
     MEGACO : USER(MG/MGC), APPL, USER ENGINE (DECODE/ENCODE), CONN, MSG,
                        TRANSPORT (TCP/UDF/ERLANG)

5.  Sccp, tcap, inap, tup, dup, map, isup, sctp, sua, dan m3ua
    SCCP = Signalling Connection Control Part
    TCAP = TRANSACTION CAPABILITY APPLICATION PART
    INAP = INTELEGENT NETWORK APPLICATION PART
    TUP = TELEPHONE USER PART
    DUP = DIAL USER PART
    MAP = MOBILE APPLICATION PART
    ISUP = ISDN USER PART
    SCTP = STREAM CONTROL TRANSMISSION PROTOCOL
    SUA = SCCP-USER ADAPTATION LAYER
    M3UA = MTP3 USER AGENT


6.  Gambarkan komponen-komponen yang terdapat dalam protocol voip SIP dan H.323
    

7.  Jelaskan cara kerja signaling gateway  antara ss7 dengan sigtran
     Ss7 adalah protokol pensinyalan yang menyediakan pembentukan hubungan bagi telekomunikasi.
Pada level pensinyalan dikenal pula SG (Signalling Gateway) sebagai tempat berinteraksi informasi dari 1 sinyal ke sinyal yang lain. Yang paling serring diterjemahkan dalam SG adalah sinyal dari SIP atau H.323 ke SS7 dari PSTN ke ISDN.  Selain SS7 perlu dibawa melintasi jaringan paket untuk digunakan kembali di sebuah TG (Trunk Gateway). Untuk itu, SS7 perlu dienkapsulasi dalam jaringan sinyal. Pola pengolahan SS7 di dalam jaringan paket ini disebut sigtran.


8.  Hal apa saja yang direncanakan infrastruktur NGN di indonesia


·          Memformulasikan blueprint di ngn servis
·          Merencanakan bussiness plan yang konsisten
·          Merencanakan infrastruktur dan teknologi blueprint
·          Mengembankan skenario implementasi dr ngn telkom
·          Merencanakan organisasi dan kompetensi sdm blueprint

Wi-Fi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, yang memiliki pengertian yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks - WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar terbaru dari spesifikasi 802.11a atau b, seperti 802.16 g, saat ini sedang dalam penyusunan, spesifikasi terbaru tersebut menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya.
Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk penggunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memungkinan seseorang dengan komputer dengan kartu nirkabel (wireless card) atau personal digital assistant (PDA) untuk terhubung dengan internet dengan menggunakan titik akses (atau dikenal dengan hotspot) terdekat.

Spesifikasi
Wi-Fi dirancang berdasarkan spesifikasi IEEE 802.11. Sekarang ini ada empat variasi dari 802.11, yaitu:

  • 802.11a
  • 802.11b
  • 802.11g
  • 802.11n
Spesifikasi b merupakan produk pertama Wi-Fi. Variasi g dan n merupakan salah satu produk yang memiliki penjualan terbanyak pada 2005.
Spesifikasi Wi-Fi
Spesifikasi Kecepatan Frekuensi
Band
Cocok
dengan
802.11b 11 Mb/s ~2.4 GHz b
802.11a 54 Mb/s ~2.4 GHz a
802.11g 54 Mb/s ~2.4 GHz b, g
802.11n 100 Mb/s ~5 GHz b, g, n
Di banyak bagian dunia, frekuensi yang digunakan oleh Wi-Fi, pengguna tidak diperlukan untuk mendapatkan ijin dari pengatur lokal (misal, Komisi Komunikasi Federal di A.S.). 802.11a menggunakan frekuensi yang lebih tinggi dan oleh sebab itu daya jangkaunya lebih sempit, lainnya sama.
Versi Wi-Fi yang paling luas dalam pasaran AS sekarang ini (berdasarkan dalam IEEE 802.11b/g) beroperasi pada 2.400 MHz sampai 2.483,50 MHz. Dengan begitu mengijinkan operasi dalam 11 channel (masing-masing 5 MHz), berpusat di frekuensi berikut:
  • Channel 1 - 2,412 MHz;
  • Channel 2 - 2,417 MHz;
  • Channel 3 - 2,422 MHz;
  • Channel 4 - 2,427 MHz;
  • Channel 5 - 2,432 MHz;
  • Channel 6 - 2,437 MHz;
  • Channel 7 - 2,442 MHz;
  • Channel 8 - 2,447 MHz;
  • Channel 9 - 2,452 MHz;
  • Channel 10 - 2,457 MHz;
  • Channel 11 - 2,462 MHz
Secara teknis operasional, Wi-Fi merupakan salah satu varian teknologi komunikasi dan informasi yang bekerja pada jaringan dan perangkat WLAN (wireless local area network). Dengan kata lain, Wi-Fi adalah sertifikasi merek dagang yang diberikan pabrikan kepada perangkat telekomunikasi (internet) yang bekerja di jaringan WLAN dan sudah memenuhi kualitas kapasitas interoperasi yang dipersyaratkan.
Teknologi internet berbasis Wi-Fi dibuat dan dikembangkan sekelompok insinyur Amerika Serikat yang bekerja pada Institute of Electrical and Electronis Engineers (IEEE) berdasarkan standar teknis perangkat bernomor 802.11b, 802.11a dan 802.16. Perangkat Wi-Fi sebenarnya tidak hanya mampu bekerja di jaringan WLAN, tetapi juga di jaringan Wireless Metropolitan Area Network (WMAN).
Karena perangkat dengan standar teknis 802.11b diperuntukkan bagi perangkat WLAN yang digunakan di frekuensi 2,4 GHz atau yang lazim disebut frekuensi ISM (Industrial, Scientific dan Medical). Sedang untuk perangkat yang berstandar teknis 802.11a dan 802.16 diperuntukkan bagi perangkat WMAN atau juga disebut Wi-Max, yang bekerja di sekitar pita frekuensi 5 GHz.
Tingginya animo masyarakat --khususnya di kalangan komunitas Internet-- menggunakan teknologi Wi-Fi dikarenakan paling tidak dua faktor. Pertama, kemudahan akses. Artinya, para pengguna dalam satu area dapat mengakses Internet secara bersamaan tanpa perlu direpotkan dengan kabel.
Konsekuensinya, pengguna yang ingin melakukan surfing atau browsing berita dan informasi di Internet, cukup membawa PDA (pocket digital assistance) atau laptop berkemampuan Wi-Fi ke tempat dimana terdapat access point atau hotspot.
Menjamurnya hotspot di tempat-tempat tersebut --yang dibangun oleh operator telekomunikasi, penyedia jasa Internet bahkan orang perorangan-- dipicu faktor kedua, yakni karena biaya pembangunannya yang relatif murah atau hanya berkisar 300 dollar Amerika Serikat.
Peningkatan kuantitas pengguna Internet berbasis teknologi Wi-Fi yang semakin menggejala di berbagai belahan dunia, telah mendorong Internet service providers (ISP) membangun hotspot yang di kota-kota besar dunia.
Beberapa pengamat bahkan telah memprediksi pada tahun 2006, akan terdapat hotspot sebanyak 800.000 di negara-negara Eropa, 530.000 di Amerika Serikat dan satu juta di negara-negara Asia.
Keseluruhan jumlah penghasilan yang diperoleh Amerika Serikat dan negara-negara Eropa dari bisnis Internet berbasis teknologi Wi-Fi hingga akhir tahun 2003 diperkirakan berjumlah 5.4 trilliun dollar Amerika, atau meningkat sebesar 33 milyar dollar Amerika dari tahun 2002 (www.analysys.com).

De-Militarised Zone(DMZ) merupakan mekanisme untuk melindungi sistem internal dari serangan hacker atau pihak-pihak lain yang ingin memasuki sistem tanpa mempunyai hak akses. Sehingga karena DMZ dapat diakses oleh pengguna yang tidak mempunyai hak, maka DMZ tidak mengandung rule.
Secara esensial, DMZ melakukan perpindahan semua layanan suatu jaringan ke jaringan lain yang berbeda. DMZ terdiri dari semua port terbuka, yang dapat dilihat oleh pihak luar. Sehingga jika hacker menyerang dan melakukan cracking pada server yang mempunyai DMZ, maka hacker tersebut hanya dapat mengakses host yang berada pada DMZ, tidak pada jaringan internal.
Misalnya jika seorang pengguna bekerja di atas server FTP pada jaringan terbuka untuk melakukan akses publik seperti akses internet, maka hacker dapat melakukan cracking pada server FTP dengan memanfaatkan layanan Network Interconnection  System (NIS), dan Network File System(NFS). Sehingga hacker tersebut dapat mengakses seluruh sumber daya jaringan, atau jika tidak, akses jaringan dapat dilakukan dengan sedikit upaya, yaitu dengan menangkap paket yang beredar di jaringan, atau dengan metoda yang lain.
Namun dengan menggunakan lokasi server FTP yang berbeda, maka hacker hanya dapat mengakses DMZ tanpa mempengaruhi sumber daya jaringan yang lain. Selain itu dengan melakukan pemotongan jalur komunikasi pada jaringan internal, trojan dan sejenisnya tidak dapat lagi memasuki jaringan.
Makalah ini akan membahas bagaimana memberi hak pada pengguna baik internal maupun eksternal, pada semua layanan jaringan yang diperlukan.

Artikel Definisi DE-MILITARISED ZONE (DMZ) ini diambil dari  http://net-asia.net/Definisi De-Militarised Zone (DMZ).html

Konsep Ring Back Tone

Ring Back Tone (RBT) merupakan layanan yang diberikan oleh sistem (dalam hal ini jaringan PSTN) yang menyediakan nada panggil tertentu dalam bentuk lagu atau nada khusus yang menunjukan personalisasi pelanggan yang dipanggil kepada pelanggan yang memanggil, personalisasi nada tersebut dilakukan sebelumnya oleh pelanggan yang dipanggil. RBT tersebut merupakan nada pengganti dari nada sinyal ring back yang diberikan sentral kepada pelanggan pemanggil sebagai notifikasi / nada tunggu bahwa proses Call set up / panggilan sedang dalam state menunggu jawaban dari pelanggan yang di panggil. Untuk lebih memberikan gambaran yang lebih jelas perbedaan anatara pelanggan Non RBT dan pelanggan RBT.
 
Gambar berikut menunjukkan Konfigurasi layanan Ring Back Tone
 

Implementasi RBT di PSTN

Untuk menerapkan fitur RBT pada jaringan PSTN beberapa hal yang menjadi konsideran adalah :
  1. Infrastruktur jaringan yang meliputi pemilihan jenis koneksi dan dimensi jaringan untuk menghubungkan perangkat server dengan sentral. Jenis koneksi direkomendasikan menggunakan link E1 dengan CCS #7 yang diketahui memiliki kecepatan dalam melakukan call set up, sementaara dimensi jaringan yang berkaitan dengan kapasitas user yang akan terhubung dengan RBT menentukan apakah akan dipilih sistim RBT terpusat (Centralised) atau tersebar (Distributed) dalam hal memberikan service RBT kepada pelanggan PSTN.
  2. Jaringan TCP/IP yang terjamin realibitiy dan securitynya sehingga tidak menjadi hambatan untuk melakukan monitoring, provisioning dan updating content pada perangkat RBT server.
  3.  Pelanggan yang berlangganan ring back tone adalah pelanggan yang terhubung langsung dengan jaringan PSTN tanpa melalui sentral perantara seperti PABX.
  4.  Proses inserting RBT pada jaringan PSTN dapat dilihat pada gambar berikut:

     
     
    Pada koneksi antara Sentral dengan Server RBT yang mempergunakan link E1 CCS #7 terdapat 2 (dua) jenis network yaitu Signalling Network yang bertugas untuk melakukan pembangunan dan pembubaran hubungan. Hubungan dengan server akan terbentuk sejak connection path antara caller dan called terbentuk sampai dengan called menjawab panggilan atau time out state ringing dilampaui. Server RBT secara umum dibagi kedalam 3 (tiga) sub sistem yaitu :
    a. RBT Management Server, berfungsi sebagai server pengendali seluruh aktifitas pelayanan RBT bagi pelanggan yang berlangganan RBT. Pada server ini terhubung database pelanggan dan data pemakaian RBT (CDR) dari setiap kejadian koneksi terhadap server.
    b. RBT Content akan memainkan lagu, klip suara dan rekaman lainnya secara individual pada saat pelanggan sedang dihubungi (ringing state).
    c. RBT IVR, server yang berisi petunjuk bagi pelanggan yang ingin mengaktifkan fasilitas RBT pada pesawat teleponnya.


    Softswitch, menjadi salah satu bagian dari NGN yang sangat penting, karena menjadi pusat pertukaran informasi dari berbagai macam protokol. Berikut contohArsitektur Softswitch yang direkomendasiikan oleh ISC (International Softswitch Consortium).


    1.  Transport Plane
    • Responsible transport of message
    • Provides access for signaling and media with external networks, or terminal to VoIP Networks
    • Transport plane is further devided into three domins : IP Transport ; Interworking; Non-IP Access 
    2.  Call Control and Signaling Plane
    • Controls the major elements of the VoIP network
    • Carry out call control based on signaling messages received from transport plane. 
    • Consists devices like : MGC, Gatekeepers, and LDAP servers.
    3.  Service and Application Plane
    • Provides the control, logic and execution of one or more services or applications in VoIP network
    • Control the flow of a call based on the service execution logic
    • Service and App Plane consists of devices like : Application Server and Feature Server 
    4.  Management Plane
    • Subscriber and service provisioning
    • Operational Support
    • Billing
    • Other network management tasks are handled. 

    Next Generation Network (NGN) atau Jaringan Masa Depan terkenal sebagai jaringan yang ideal berupa jaringan full packet (mulai dari tingkat access hingga core network), terintegrasi (PSTN, PLMN, data), multi service dengan protokol open standard, multi vendor dan mudah dikembangkan. Untuk menuju NGN, pembangunan gerbang-gerbang VoIP dianggap solusi yang bersifat parsial (tambal sulam) karena tidak dirancang untuk jangka panjang (long term) dalam tahapan evolusi/migrasi menuju NGN. 



    Komponen utama dalam NGN
    a. Gateway Controller
    b. Signaling Gateway
    c. Media Gateway
    d. Media Server
    e. Feature Server

    Key consepts for NGN Architecture
    * Separation between service and transport
    * Personal and terminal mobility
    * Resource and admission control
    * QoS selection & control
    * Accommodation of legacy terminals and systems

    General principles of the NGN functional architecture
    * Support for multiple access technologies
    * Distributed control
    * Open control
    * Independent service provisioning
    * Support for services in a converged network
    * Enhanced security and protection
    * Functional entity characteristics

    Transport stratum functions
    The transport stratum functions include :
    * transport functions and
    * transport control functions
    Transport functions
    * Provide the connectivity for all components and physically separated functions within the NGN.
    * Provide support for the transfer of media information, as well as the transfer of control and management  information.
    Transport functions include :
    - access network functions,
    - edge functions,
    - core transport functions, and
    - gateway functions.
    Transport control functions
    The Transport control functions include :
    * Resource and Admission Control Functions and
    * Network Attachment Control Functions.

    Berikut contoh-contoh Layanan yang disediakan NGN
    * Voice VPN
    Layanan yang menyediakan voice VPN bagi pelanggan untuk menyalurkan trafik voice internal pelanggan yang tersebar di beberapa tempat menjadi satu jaringan.

    * Centrex (Virtual PBX)
    Adalah fitur yang memungkinkan beberapa pelanggan membentuk grup pelanggan, sebagaimana dalam sistem PBX, tanpa dibatasi oleh suatu lokasi. Sistem softswitch harus menyediakan berbagai macam fasilitas layanan, seperti extension dial, pembedaan pembebanan antar anggota, call transfer by extension, Direct Inward Dialling (DID), Direct Outward Dialling (DOD), dll.
    * Prepaid Services
    Layanan yang menyediakan sarana bagi pelanggan untuk melakukan panggilan dengan menggunakan kartu pra-bayar (prepaid card). Layanan pra-bayar ini dapat digunakan untuk panggilan lokal, jarak jauh, bahkan jarak jauh sesuai dengan jenis kartu yang disediakan dan dimungkinkan untuk memenuhi panggilan konferensi.

    * Web Base Services
    Layanan berbasis web yang dapat digunakan untuk aplikasi-aplikasi tertentu yang ditetapkan oleh TELKOM, misalnya click to dial, web call center, corporate directory, collect call, hotline, web conference, dll.

    * Unified Messaging Service (UMS)
    Layanan yang memungkinkan pelanggan dapat mengirim dan menerima pesan dari pelanggan lain atau dari pihak penyedia konten. Pesan yang dikirim/terima dapat berupa text, voice, maupun multimedia dengan berbagai macam kandungan isinya.

    * Multimedia Conferencing
    Layanan yang memungkinkan pelanggan dapat melakukan panggilan konferensi yang dilengkapi dengan voice, text, maupun video.

    RSVP (Resource Reservation Protocol) adalah protokol yang bekerja pada lapis transport, yang didesain untuk diintegrasikan pada pelayanan internetworking. RSVP bertujuan secara efisien men-setup jaminan resouce reservation QoS yang dapat mendukung routing protocol unicast dam multicast dan dapat ditempatkan pada pengantara dalam group multicast yang besar atau dengan kata lain untuk mengatur Quality of Service dari sebuah transmisi data. Sehingga setiap aplikasi tentunya memerlukan RVSP untuk meminta end-to-end QoS yang spesifik untuk keperluan data streaming. RSVP mempunyai dua konsep penting dalam mengatur reservasi:

    1. Flowspec : RSVP “memesan sumber daya” untuk sebuah koneksi data. Sebuah koneksi data ditandai dengan dengan alamat tujuan, nomor port tujuan, dan tanda pengenal protokol. Untuk setiap koneksi data, RSVP menandai koneksi-koneksi tersebut dengan kode yang dikenali oleh protokol RSVP dan dikenal dengan nama flowspec. Flowspec ini memuat info tentang: service class, Reservation spec, Traffic spec.
    2. Filterspec: adalah informasi yang memuat ten tangpaket-paket yang akan terpengaruh oleh flowspec. beberapa definisi dari filterspec antara lain: Fixed flow, shared explicit, wildcard filter


    RSVP mendukung akses pada pelayanan internetworking yang terintegrasi, dimana host dan network bekerja untuk mencapai penjaminan kualitas pengiriman end-to-end. Semua host, router dan komponen lain dalam infrastruktur elemen jaringan antara pengirim dan penerima harus mendukung RSVP. Tiap-tiap elemen jaringan ini mencadangkan resource sistem, seperti bandwith, CPU dan buffer memory, untuk memenuhi permintaan QoS. Hal inilah yang diharapkan, meskipun demikian, akan memerlukan biaya tambahan pada ISP untuk mencadangkan resource-nya untuk RSVP QoS Reservation. Pendekatan untuk penanganan reservasi bandwidth dan pembayaran melalui beberapa carrier network masih perlu didefinikan lebih lanjut.

    Kontrol RSVP QoS memerlukan pesan-pesan yang dikirmkan untuk mencadangkan resource sepanjang semua node (router dan host) selama pencadangan pengantaran pada penerima.
    Perlu diperhatikan bahwa RSVP merupakan inisiatif dari penerima, RSVP meminta resource hanya dalam satu arah. Untuk multicast, permintaan reservasi memerlukan hanya pada perjalanan pada sebuah point dimana permintaan ini digabungkan dengan reservasi yang lain untuk streaming sebuah sumber data. Perancangan pada sisi penerima diorientasikan pada akomodasi group multicast yang banyak dan anggota group yang dinamik.

    Bandwidth Shaping adalah proses memanipulasi, mengelola atau mengendalikan (shaping) bagian sambungan jaringan ke dunia luar dan menentukan konsumsi bandwidth yang dibolehkan berdasarkan jenis kegiatan. Istilah ini umumnya digunakan bersamaan dengan Internet Service Provider (ISP), dimana mengacu pada alat yang digunakan untuk membatasi atau konsumsi bandwidth langsung oleh pengguna.ISP dapat menggunakan bandwidth shaping untuk membatasi kemampuan pengguna untuk mengambil terlalu banyak kendali terhadap gateway internet. Bandwidth shaping juga disebut alokasi bandwidth atau disebut sebagai alat manajemen bandwidth.